Analisis Penerapan SIMPUS (E-Resep & E-Kuitansi) Dalam Penggunaan Persediaan Non-Medis
(Digitizing Non-Medical Inventory Management with SIMPUS E-Prescription and E-Receipt)
DOI:
https://doi.org/10.61656/sbamr.v8i2.546Kata Kunci:
SIMPUS, inventory management, e-prescription, e-receipts, medicalAbstrak
Purpose: The purpose of this study is to examine the implementation of the Public Health Center Management Information System (SIMPUS), particularly focusing on the impact of its E-Prescription and E-Receipt features on the use of non-medical inventory and payment procedures. The research seeks to understand how the system influences operational efficiency and whether user readiness plays a critical role in ensuring positive outcomes. By analyzing the case of a public health center in City “X,” the study highlights challenges such as the accumulation of non-medical supplies, which emerged as a consequence of system application.
Method: This research employs a qualitative descriptive comparative approach using a case study design. Data collection was conducted through triangulation, combining interviews, observations, and documentation to ensure credibility and depth of analysis. The triangulation method allowed the researcher to capture diverse perspectives and validate findings across multiple sources. This methodological choice was intended to provide a comprehensive understanding of how SIMPUS is applied in practice and to identify both strengths and weaknesses in its implementation.
Findings: The findings reveal that the implementation of SIMPUS, specifically through E-Prescription and E-Receipt, significantly affects the management of non-medical inventory and payment procedures. While the system is designed to enhance efficiency and provide credible information, the study observed unintended consequences, such as the accumulation of non-medical supplies. This indicates that user preparedness and adaptation are crucial factors in determining whether the system delivers its intended benefits.
Implications: The implications of this study suggest that technological systems in healthcare settings must be accompanied by adequate user training and readiness programs. Without sufficient preparation, the potential benefits of digitalization may be undermined, leading to inefficiencies such as excess inventory. The research underscores the importance of aligning system design with user capabilities and organizational processes to ensure sustainable improvements in healthcare management.
Originality: This study contributes originality by exploring the intersection of digital health systems and non-medical inventory management, a relatively underexamined area in public health research. By focusing on the practical outcomes of SIMPUS implementation, it provides new insights into how digital tools can both enhance and challenge operational practices. The emphasis on user readiness as a determinant of success adds a novel perspective to discussions on healthcare digitalization.
.
ABSTRAK
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS), khususnya dengan berfokus pada dampak fitur E-Resep dan E-Kuitansi terhadap penggunaan inventaris non-medis dan prosedur pembayaran. Penelitian ini berupaya memahami bagaimana sistem tersebut memengaruhi efisiensi operasional dan apakah kesiapan pengguna memainkan peran penting dalam memastikan hasil yang positif. Melalui analisis kasus di sebuah puskesmas di Kota "X", penelitian ini menyoroti tantangan seperti penumpukan persediaan non-medis yang muncul sebagai konsekuensi dari penerapan sistem tersebut.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-komparatif kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi, yang menggabungkan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk menjamin kredibilitas serta kedalaman analisis. Metode triangulasi memungkinkan peneliti menangkap beragam perspektif dan memvalidasi temuan dari berbagai sumber. Pilihan metodologis ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai penerapan SIMPUS dalam praktik serta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam implementasinya.
Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIMPUS, khususnya melalui fitur E-Resep dan E-Kuitansi, berdampak signifikan terhadap pengelolaan inventaris non-medis dan prosedur pembayaran. Meskipun sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan menyediakan informasi yang kredibel, penelitian ini menemukan adanya konsekuensi yang tidak terduga, seperti penumpukan persediaan non-medis. Hal ini mengindikasikan bahwa kesiapan dan adaptasi pengguna merupakan faktor krusial dalam menentukan apakah sistem tersebut dapat memberikan manfaat yang diharapkan.
Implikasi: Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem teknologi di lingkungan layanan kesehatan harus dibarengi dengan pelatihan pengguna dan program kesiapan yang memadai. Tanpa persiapan yang cukup, potensi manfaat digitalisasi dapat berkurang, yang berujung pada inefisiensi seperti kelebihan inventaris. Penelitian ini menegaskan pentingnya menyelaraskan desain sistem dengan kemampuan pengguna dan proses organisasi demi memastikan perbaikan berkelanjutan dalam manajemen layanan kesehatan.
Orisinalitas: Penelitian ini memberikan kontribusi orisinal dengan mengeksplorasi keterkaitan antara sistem kesehatan digital dan manajemen inventaris non-medis, sebuah bidang yang relatif jarang dikaji dalam penelitian kesehatan masyarakat. Dengan berfokus pada hasil praktis dari penerapan SIMPUS, penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai bagaimana perangkat digital dapat meningkatkan sekaligus menantang praktik operasional. Penekanan pada kesiapan pengguna sebagai penentu keberhasilan memberikan perspektif baru dalam diskusi mengenai digitalisasi layanan kesehatan.
Kata kunci: SIMPUS, manajemen persediaan, e-resep, e-kuitansi, medis
Unduhan
Referensi
Afifah, S. A., Rochjana, A. U. H., & Adiana, S. (2025). Perbandingan kelengkapan resep secara administratif pada resep elektronik dan resep manual di Poli Anak Eksekutif Rumah Sakit X Kemayoran periode Oktober–Desember 2023. The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research, 3(3), 23–32. https://doi.org/10.57213/tjghpsr.v3i3.865
Ainy, N., & Noor, A. Y. (2022). Evaluasi implementasi Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) terintegrasi di Kulonprogo Yogyakarta. Jurnal Kebidanan, 12(2), 1–9. https://doi.org/10.33486/jurnal_kebidanan.v12i2.185
Ardiyanti, W., & Priyono, N. (2021). Efektivitas sistem pengendalian internal pada pengelolaan persediaan barang habis pakai (alat tulis kantor) di Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang. Economics and Education Journal (Ecoducation), 3(1), 42–53. https://doi.org/10.33503/ecoducation.v3i1.1132
Baniulyte, G., Rogerson, N., & Bowden, J. (2023). Going paperless – Qualitative monitoring of staff morale during the transition from paper to electronic health records. Heliyon, 9(10), Article e20645. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e20645
Bitar, H., & Alismail, S. (2021). The role of eHealth, telehealth, and telemedicine for chronic disease patients during COVID-19 pandemic: A rapid systematic review. Digital Health, 7. https://doi.org/10.1177/20552076211009396
Cahyani, A. P. P., Hakam, F., & Nurbaya, F. (2020). Evaluasi penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) dengan metode HOT-Fit di Puskesmas Gatak. Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK), 3(2). https://doi.org/10.32585/jmiak.v3i2.1003
Cahyanti, S., Zahrani, T. P., Amalya, B. R., Cahyono, A. S., & Hariyanto, S. (2025). Penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas Beji Tulungagung. Journal of Governance and Public Administration, 2(2), 323–330. https://doi.org/10.70248/jogapa.v2i2.1668
Chairina, F., & Wehartaty, T. (2019). Pengaruh penerapan sistem informasi akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan pada BPKPD Kota Surabaya. Jurnal Akuntansi Kontemporer, 11(1), 31–39. https://doi.org/10.33508/jako.v11i1.2073
Chimbo, B., & Motsi, L. (2024). The effects of electronic health records on medical error reduction: Extension of the DeLone and McLean information system success model. JMIR Medical Informatics, 12, Article e54572. https://doi.org/10.2196/54572
Dahlia, D., & Aliyah, M. (2021). Penerapan akuntansi persediaan obat-obatan berdasarkan PSAP No. 05 pada Rumah Sakit Umum Daerah Majene. Journal of Economic, Public, and Accounting (JEPA), 3(2), 163–175. https://doi.org/10.31605/jepa.v3i2.1039
Devin, J., Cleary, B. J., & Cullinan, S. (2020). The impact of health information technology on prescribing errors in hospitals: A systematic review and behaviour change technique analysis. Systematic Reviews, 9, Article 275. https://doi.org/10.1186/s13643-020-01510-7
Farquhar, J., Michels, N., & Robson, J. (2020). Triangulation in industrial qualitative case study research: Widening the scope. Industrial Marketing Management, 87, 160–170. https://doi.org/10.1016/j.indmarman.2020.02.001
Gita, A. P. A., Surya, N. T., & Kuraini, S. N. (2023). Analisis kepuasan tenaga kesehatan terhadap SIMPUS (Sistem Informasi Manajemen Puskesmas) di Puskesmas Sibela Surakarta. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 11(3), 231–240. https://doi.org/10.14710/jmki.11.3.2023.231-240
Golinelli, D., Boetto, E., Carullo, G., Nuzzolese, A. G., Landini, M. P., & Fantini, M. P. (2020). Adoption of digital technologies in health care during the COVID-19 pandemic: Systematic review of early scientific literature. Journal of Medical Internet Research, 22(11), Article e22280. https://doi.org/10.2196/22280
Handayani, N., & Izzatusholekha. (2018). Penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) dalam meningkatkan pelayanan di Puskesmas Sawangan, Depok. In Prosiding Seminar Nasional FMIPA Universitas Terbuka 2018 (pp. 161–170). Universitas Terbuka. http://repository.ut.ac.id/id/eprint/7808
Hareem, A., Lee, J., Stupans, I., Park, J. S., & Wang, K. (2023). Benefits and barriers associated with e-prescribing in community pharmacy – A systematic review. Exploratory Research in Clinical and Social Pharmacy, 12, Article 100375. https://doi.org/10.1016/j.rcsop.2023.100375
Hengkeng, G. A., Pangemanan, S. S., & Waronggan, J. D. L. (2020). Evaluasi penerapan akuntansi persediaan obat berdasarkan PSAK No. 14 pada PT. Cempaka Indah Murni Manado. Going Concern: Jurnal Riset Akuntansi, 15(3), 299. https://doi.org/10.32400/gc.15.3.28543.2020
Jeyaraj, A. (2020). DeLone & McLean models of information system success: Critical meta-review and research directions. International Journal of Information Management, 54, Article 102139. https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2020.102139
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2007). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. https://jdih.surabaya.go.id/others/2135
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. https://peraturan.bpk.go.id/Details/137669/permendagri-no-19-tahu
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. https://peraturan.bpk.go.id/Details/300030
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Puskesmas. https://www.peraturan.go.id/files/bn999-2019.pdf
Matakena, P. J., Kusworo, & Madjid, U. (2021). Analisis pengelolaan barang milik daerah pada Pemerintah Daerah Kabupaten Deiyai Provinsi Papua. Visioner: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia, 13(2), 271–286. https://doi.org/10.54783/jv.v13i2.432
Mulyadi. (2016). Sistem akuntansi (Ed. 4). Salemba Empat. https://perpustakaan.binadarma.ac.id/opac/detail/2508
Nurkalis, U., & Solikah, S. N. (2024). Dampak penggunaan e-prescribing dalam kesalahan penulisan resep di fasilitas pelayanan kesehatan: Systematic reviews. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 7(2), 299–306. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i2.4450
Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2014 tentang Sistem Informasi Kesehatan. https://peraturan.bpk.go.id/Details/5485/pp-no-46-tahun-2014
Puspitaning Ati, N. L. A. (2024). Digital transformation: Challenges and implementation electronic medical record system in Indonesia. Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia, 11(1). https://doi.org/10.20527/jpkmi.v11i1.18709
Puspitasari, R., & Andayani. (2023). Pengaruh sistem informasi akuntansi dan perceived usefulness terhadap efektivitas sistem pengendalian internal penjualan (Studi pada PT Gerongan Surajaya). Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 12(1). https://jurnalmahasiswa.stiesia.ac.id/index.php/jira/article/view/5044
Rahayu, M. M., & Ricky, A. V. (2025). Evaluasi pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) di Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang. Jurnal Ners, 9(3), 4222–4227. https://doi.org/10.31004/jn.v9i3.46351
Rahayu, S. T., Aulia, S. A., & Julia, J. (2023). Sistem e-resep menurunkan potensi kesalahan medikasi fase prescribing di depo farmasi rawat jalan RS X selama tahun 2020. Archives Pharmacia, 5(2). https://doi.org/10.47007/ap.v5i2.7004
Rochaety, E. (2017). Sistem informasi manajemen (Ed. 3). Mitra Wacana Media. https://www.gramedia.com/products/sistem-informasi-manajemen-edisi-3
Sholihah, S. M., Subiyakto, A., Ratnawati, S., & Azizah, M. N. (2022). Qualitative evaluation of user acceptance readiness to the implementation of the Health Center Management Information System (SIMPUS) at the South Tangerang City Health Center. Applied Information System and Management (AISM), 5(1), 1–6. https://doi.org/10.15408/aism.v5i1.10589
Soultoni Akbar, P., & Maulidah Hariez, T. (2024). The influence of staff knowledge level on health information system use at community health centers in Malang City. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management), 9(2), 248–253. https://doi.org/10.51851/jmis.v9i2.596
Sudjiman, P. E., & Sudjiman, L. S. (2020). Analisis sistem informasi manajemen berbasis komputer dalam proses pengambilan keputusan. TeIKa, 8(2), 55–66. https://doi.org/10.36342/teika.v8i2.2327
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Ed. 2). Alfabeta. https://lib.umpr.ac.id/opac/detail/11796
Suriadi, W., Lazuardi, L., & Kristina, S. A. (2025). The impact of e-prescribing use in hospitals: A systematic review. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi (Journal of Management and Pharmacy Practice), 15(4). https://doi.org/10.22146/jmpf.99948
Susilawati, & Fitria, I. J. (2025). Peran Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Ciparay. JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi), 11(3), 1412–1419. https://doi.org/10.35870/jemsi.v11i3.4103
Susilawati, H., & Wiharso, T. A. (2021). E-prescription: Connecting patients’ prescriptions with pharmacists and cashiers. Khazanah Informatika: Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika, 7(1). https://doi.org/10.23917/khif.v6i2.12191
Syahputra, A., Wiranti, R., & Astita, W. (2022). Peran sistem informasi manajemen organisasi dalam pengambilan keputusan. Jurnal Manajemen Sistem Informasi (JMASIF), 1(1), 26–31. https://doi.org/10.35870/jmasif.v1i1.67
Trocin, C., Lee, G., Bernardi, R., & Sarker, S. (2025). How do unintended consequences emerge from EHR implementation? An affordance perspective. Information Systems Journal, 35(1), 39–70. https://doi.org/10.1111/isj.12526
Turhindayani. (2020). Analisis implementasi pengelolaan barang milik daerah (Studi pada Pemerintah Daerah Bangka Tengah). ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal, 4(4). https://doi.org/10.22146/abis.v4i4.59322
Ulum, K., Hilmi, I. L., & Salman, S. (2023). Review artikel: Implementasi dan evaluasi peresepan elektronik dalam upaya menurunkan kesalahan pengobatan. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(1), 192–198. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i1.19
Umboh, A. D., & Tinangon, J. J. (2021). Analisis perlakuan akuntansi persediaan PSAP No. 5 pada Dinas Kesehatan Kota Manado. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 9(2). https://doi.org/10.35794/emba.v9i2.33920
Wolf, T., Trang, S., Weiger, W. H., & Trenz, M. (2024). The technology-behavioral compensation effect: Unintended consequences of health technology adoption. Journal of Information Technology, 39(3), 521–546. https://doi.org/10.1177/02683962231183979
Wosik, J., Fudim, M., Cameron, B., Gellad, Z. F., Cho, A., Phinney, D., Curtis, S., Roman, M., Poon, E. G., Ferranti, J., Katz, J. N., & Tcheng, J. (2020). Telehealth transformation: COVID-19 and the rise of virtual care. Journal of the American Medical Informatics Association, 27(6), 957–962. https://doi.org/10.1093/jamia/ocaa067
Yuliasih, N., Fatinah, Y., Abdulah, R., & Suwantika, A. A. (2025). Optimizing the role of pharmacists at the primary healthcare centres in Indonesia through an integrated information system. Frontiers in Public Health, 12, Article 1446587. https://doi.org/10.3389/fpubh.2024.1446587
Zamdedy. (2024). Pengaruh pengelolaan barang milik daerah terhadap pengamanan aset daerah. Syntax Idea, 6(4), 1545–1553. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v6i4.3152
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Kategori
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Arie Kusuma Dewa, Munari Munari

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








